Selasa, 06 Mei 2014


MAHASISWA =  PEMUDA YANG PUNYA MISI HIDUP[1]

oleh Amruloh



 
Mencontek kata soe hok ghie “ beruntunglah bagi kamu yang belum dilahirkan, bersyukurlah kamu yang mati muda, dan menyesal lah kamu yang mati tua”. Begitu pun juga apa yang dikatakan soekarno “ beri aku 10 pemuda maka ku guncang dunia”. Semua mendewakan seorang pemuda.
Mendengar saja kata “pemuda” mereaksilah pikiran kita untuk terus kritis, untuk merangsang tergeraknya  hidup dinamis diatas kerasnya hidup era bebas (globalisasi) ini. Pemimpin bangsa sekarang ini adalah pemuda masa lalu, dan pemuda saat ini adalah para pemimpin menggantikan mereka yang tua kelak. Dan siapa yang mampu menguasai pemuda hari ini akan menguasai masa depan. Memang iya dan mutlak kita harus mengakui kebenarannya. Sungguh peran dan title strategis bagi para golongan mahasiswa sebagai agent perubah penindasan karena mereka adalah seorang pemuda. Pemuda mempunyai tekad dan ambisi tinggi dalam menjaga idealismenya guna menegakkan kebenaran. Manusia dilahirkan dan hidup mempunyai fitrah sebagai pemimpin. Mahasiswa, ia seorang pemuda yang akan memimpin anak muda dan menjaga manusia tua. Sudah sepantasnya mereka yang saat ini mengaku mahasiswa berfikir ulang terhadap statusnya. Apakah mereka sudah patut untuk dicontoh sebagai pemuda yang akan mengantarkan keadilan umat dan bangsanya menuju kesejahteraan sosial. Itulah misi sebenarnya hidup ini.
Gusti alloh punya misi(tujuan) yang kita tidak tahu saat memilih manusia untuk mengisi bumi. Bila tuhan saja mempunyai misi, kenapa manusia tidak ? selanjutnya apakah para mahasiswa juga sama ? jawab sendiri
Indonesia mempunyai manusia unik bila budaya dan sukunya saja juga unik. Artinya dengan beragam suku budaya akan nampak keindahan warna-warninya. Namun, bila keragaman ini tak dibarengi rasa sadar senasip sepenanggungan dalam wadah nasionalisme, bertengkarlah antar suku ini( saat ini terbukti). Dan perlu orang sehat untuk sadar atas perbedaan ini. Lantas siapa yang sadar sekarang untuk menyadarkan mereka yang tidur ? jawab sendiri
Kita sama mahasiswa, mahasiswa sama dengan pemuda, dan peran fungsi kita ditunggu banyak  manusia diluar. Mereka menunggu gerakan kita untuk memperjuangkan misi umat dan misi bangsa yang kisruh ini. Perbedaan agama kita menjadi tuntutan untuk saling memerdekakan umat, untuk menyatukan keragaman budaya bangsa, dan mencapai misi keadilan sosial yang diridhoi Tuhan. Mari kita emban amanah besar ini untuk mencetak generasi penerus bangsa yang lebih berkwalitas. Yakin usaha sampai !!!.
Ingat ~ apa yang kita lakukan saat ini akan menjadi referensi bagi apa, siapa dan akan menjadi kita.




[1] DIKETIK DISELA-SELA LK1 HMI Komisariat Tarbiyah pada bulan Nopember 2012. Bertempat diBaledesa Kauman.